Langsung ke konten utama

Tersangka Kasus Pembobolan Akun BCA Ditangkap

Magic News - Subdit IV Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menangkap dua komplotan pembobol BCA. Sepuluh tersangka yang menguras uang hingga puluhan miliar tersebut dibui.


"Dari keseluruhannya, kerugian BCA sekitar Rp22 miliar," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020.

Dua kelompok pembobolan dana BCA itu menggunakan dua modus. Kelompok pertama membobol BCA dengan memanfaatkan akun virtual (virtual account). Polisi mengamankan tiga tersangka yakni Frandika, 28; Geri, 22; dan Helyem Betika, 32.

Pelaku memanfaatkan sistem BCA yang sedang perbaikan dengan top up ke virtual account menggunakan mobile banking. Saldo tersangka tidak berkurang walau sudah top up berkali-kali.

Ketiganya dijerat Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kuras kartu kredit


Kelompok kedua memakai modus pembobolan kartu kredit BCA. Polisi mengamankan tujuh tersangka, yakni Yopi Altobeli, 24; Altarik Suhendra, 23; Remondo, 24; Eldin Agus Tryanzah, 22; Sultoni Billah Rizky, 20; Helmi alias Dangko, 56 dan Deah Anggraini,  22.

Kelompok ini beraksi dengan belanja daring menggunakan kartu kredit BCA milik korban. Pelaku mengaku sebagai petugas bank dan menelepon korban dengan maksud mendapatkan kode one time password (OTP).

"Dia menelepon korban. Bertanya, 'apakah melakukan belanja lewat online'. Ketika korban menjawab tidak, pelaku membatalkan transaksi dan menanyakan kode OTP," ujar Nana.


Para pelaku mulai beraksi setelah mendapatkan kode OTP. Mereka menguras limit kartu kredit korban tersebut.


Ketujuh tersangka ditangkap awal Maret 2020 di Tulung Selapan, Palembang, Sumatra Selatan. Penangkapan ketujuh pelaku itu, kata Nana, bekerja sama dengan Polda Sumatra Selatan.


Sejumlah barang bukti yang disita dari tujuh tersangka di antaranya, dua senjata api revolver beserta tiga butir peluru kaliber 38 milimeter, lima telepon genggam, dan satu dompet. Tersangka Yopi tewas karena berusaha melawan saat penangkapan.


Kelompok kedua dijerat Pasal 30 Jo Pasal 46 dan atau Pasal 35 Jo Pasal 51 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara.


Sumber : Medcom.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bank BJB Hadirkan Sebuah Layanan Elektronik Untuk Hadapi Era Perkembangan Digital

MagicNews -  Guna memenuhi kebutuhan konsumen yang pada saat ini sudah dalam perkembangan arus digitalisasi yang kian lama semakin kencang. Perbankan juga saat ini sudah menyediakan kebutuhan para konsumen dengan layanan transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat. Kini jajaran Bank  BJB  sudah mengalami perubahan dan dengan adanya perubahan tersebut bisa menjawab tantangan perkembangan digital di era persaingan yang semakin kompetitif. Untuk jajaran direksi Bank  BJB  saat ini dipimpim langsung oleh Yuddy Renaldi yang menjabat sebagai Direktur Utama,  Agus Mulyana  sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT,  Treasury dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. Dan untuk jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasutio...

Keputusan Dari Hasil RUPSLB, Achmad Baiquni Ditetapkan Kembali Mengisi Direktur Utama

Magic News -  Pada akhirnya perubahan besar-besaran terjadi yang dilakukan kementerian BUMN untuk menyusun kembali susunan pengurus  PT Bank Negara Indonesia Tbk  (BBNI, anggota indeks Kompas100). Perombakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Jumat (30/8). Posisi Direktur Utama  BNI  tidak berubah dan tetap dijabat  Achmad Baiquni . Namun, RUPSLB  BNI  mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan  BNI  menggantikan Anggoro Eko Cahyo. Sebelumnya Ario menjabat Kepala Cabang Luar Negeri  BNI  Tokyo. Adapun Anggoro digeser menjadi Direktur Konsumer  BNI . "RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan  BNI ," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8). Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta. Se...

Makna Sate dan MRT pada Pertemuan Jokowi-Prabowo

Magic News -  Presiden Jokowi dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dan berbincang untuk pertama kalinya setelah Pemilihan Presiden 2019 usai di sembari naik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan diakhiri dengan makan sate. Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi Monica Kumalasari mengatakan Jokowi yang menyukai hal-hal simbolik dinilai sengaja memilih MRT untuk menggambarkan sebuah persatuan sebab MRT terdiri dari beberapa gerbong yang disatukan untuk menuju arah yang sama. "Kenapa MRT, bukan istana atau hambalang? Itu sekalian buat nunjukkin kalau 'Ini lho, kalau gue kerja'. Simbolik selanjutnya adalah MRT berjalan di atas dua rel, seimbang jalannya, dan jalannya selalu ke depan bukan ke belakang," kata Monica, Sabtu (13/7/2019). Dia melanjutkan, "Kereta itu terdiri dari gerbong-gerbong yang disatukan oleh lokomotif menuju ke satu tujuan. Itu adalah pertanda yang bisa dicermati bahwa inilah gaya bahasa non-verbalnya pak Jok...