Langsung ke konten utama

Pengguna Skuter Listrik Hanya Perlu Kantongi KTP Saja, Tak Butuh SIM

Magic News - Pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sepakat membatasi umur pengguna skuter listrik. Pengguna skuter listrik dibatasi dari usia 17 tahun ke atas.
Meski ada ada batasan usia pengguna skuter, namun pengguna jenis kendaraan ini tak diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, batasan usia pengguna skuter ini memang digodok dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta aturan ini bakal diturunkan juga dalam Undang - undang lalulintas dan jalan.
"Kalau masalah umur akan diterbitkan regulasinya dari peraturan gubernur, kenapa nanti batas usianya ya kita turunannya juga dari undang-undang lalu lintas terkait usia," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (22/11/2019).
Namun yang jelas, kata Fahri, sejauh ini dari hasil kajian yang dilakukan pihaknya, pengguna skuter tak diwajibkan memiliki SIM.
"Tapi memang sampai saat ini, kita kaji masih belum harus menggunakan SIM pengendaranya," tegasnya.
Farhi melanjutkan, pihaknya tak mewajibkan pengguna skuter mengantongi SIM lantaran penggunaan skuter tak diperbolehkan di jalan raya dan hanya diperkenankan mengakses kawasan tertentu saja.
"Tidak menggunakan, itu kan karena skuter listrik hanya diperbolehkan di kawasan tertentu bukan di jalan," paparnya.
Untuk mengindentifikasi umur pengguna skuter listrik, pihak kepolisian bakal melalukan pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Identitas enggak harus SIM, kan ada KTP kalau sudah 17 tahun. Jadi kalau dia belum ber KTP ya kita sudah tahu dia belum bisa, bukan berarti 17 tahun harus ada SIM," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, pihak Dirlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubangan DKI sepekat melarang pengguna skuter listrik di jalan raya. Selain jalan raya, jenis kendaraan ini juga dilarang di trotoar dan jalur sepeda. 
Padahal, Dinas perhungan DKI telah mewacanakan agar skuter listrik boleh mengakses jalur sepeda. Belakangan wacana ini dibatalkan atas pertimbangan tertentu.


Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bank BJB Hadirkan Sebuah Layanan Elektronik Untuk Hadapi Era Perkembangan Digital

MagicNews -  Guna memenuhi kebutuhan konsumen yang pada saat ini sudah dalam perkembangan arus digitalisasi yang kian lama semakin kencang. Perbankan juga saat ini sudah menyediakan kebutuhan para konsumen dengan layanan transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat. Kini jajaran Bank  BJB  sudah mengalami perubahan dan dengan adanya perubahan tersebut bisa menjawab tantangan perkembangan digital di era persaingan yang semakin kompetitif. Untuk jajaran direksi Bank  BJB  saat ini dipimpim langsung oleh Yuddy Renaldi yang menjabat sebagai Direktur Utama,  Agus Mulyana  sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT,  Treasury dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. Dan untuk jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasutio...

Keputusan Dari Hasil RUPSLB, Achmad Baiquni Ditetapkan Kembali Mengisi Direktur Utama

Magic News -  Pada akhirnya perubahan besar-besaran terjadi yang dilakukan kementerian BUMN untuk menyusun kembali susunan pengurus  PT Bank Negara Indonesia Tbk  (BBNI, anggota indeks Kompas100). Perombakan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Jumat (30/8). Posisi Direktur Utama  BNI  tidak berubah dan tetap dijabat  Achmad Baiquni . Namun, RUPSLB  BNI  mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan  BNI  menggantikan Anggoro Eko Cahyo. Sebelumnya Ario menjabat Kepala Cabang Luar Negeri  BNI  Tokyo. Adapun Anggoro digeser menjadi Direktur Konsumer  BNI . "RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan  BNI ," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8). Posisi Catur diisi Tambok PS Simanjuntak yang semula menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta. Se...

Makna Sate dan MRT pada Pertemuan Jokowi-Prabowo

Magic News -  Presiden Jokowi dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dan berbincang untuk pertama kalinya setelah Pemilihan Presiden 2019 usai di sembari naik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan diakhiri dengan makan sate. Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi Monica Kumalasari mengatakan Jokowi yang menyukai hal-hal simbolik dinilai sengaja memilih MRT untuk menggambarkan sebuah persatuan sebab MRT terdiri dari beberapa gerbong yang disatukan untuk menuju arah yang sama. "Kenapa MRT, bukan istana atau hambalang? Itu sekalian buat nunjukkin kalau 'Ini lho, kalau gue kerja'. Simbolik selanjutnya adalah MRT berjalan di atas dua rel, seimbang jalannya, dan jalannya selalu ke depan bukan ke belakang," kata Monica, Sabtu (13/7/2019). Dia melanjutkan, "Kereta itu terdiri dari gerbong-gerbong yang disatukan oleh lokomotif menuju ke satu tujuan. Itu adalah pertanda yang bisa dicermati bahwa inilah gaya bahasa non-verbalnya pak Jok...